Rabu, 24 Februari 2010

ZIGBEE

Teknologi ZigBee merupakan teknologidengan data rate rendah (Low Data Rate), biaya murah (Low cost), protokol jaringan tanpa kabel yang ditujukan untuk otomasi dan aplikasi remotecontrol. Komite IEEE 802.15.4 kemudian mulai bekerja pada standar data rate rendah tidak lama kemudian. Aliansi ZigBee dan IEEE kemudian memutuskan untuk bergabung dan ZigBee merupakan nama komersiil dari teknologi ini. ZigBee diharapkan mampu memberikan biaya yang murah serta daya yang rendah untuk koneksitas antara peralatan dengan konsumsi daya baterai hingga beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun tetapi tidak memerlukan transfer data setinggi yang digunakan Bluetooth.

Prinsip kerja ZigBee
ZigBee memanfaatkan penuh kelebihan dari physical radio yang amat berguna dari standar IEEE 802.15.4. ZigBee menambahkan jaringan logika, keamanan (security) dan perangkat aplikasinya (Application Software).
2.1 Stack Protocol
Stack protocolnya terdiri atas PHY dan MAC layer dari IEEE, Network/Security layer serta
Application framework dari ZigBee Alliance flatform serta Application/Profiles yang bisa berasal
dari ZigBee atau OEM. Fitur dari Stack Protocol Zigbee seperti:
- Mudah diaplikasikan dengan mikrokontroler berkapasitas rendah seperti mikrokontroler 8 bit 80C51 dari ATMEL
- Memiliki stack protocol yang sangat Compact
- Mendukung hingga slave yang amat sederhana sekalipun

Tugas masing-masing bagian dari protokol ZigBee:
a. Layer Aplikasi (Application layer)
Merupakan bagian yang mengkoordinasikan antara kode khusus aplikasi antara driver perangkat keras dengan segala sesuatu yang diperlukan pada suatu proyek pembuatan aplikasi. Dibagian ini mencakup ZDO (ZigBee Device Object) berperan untuk:
- Menentukan peranan dari perangkat ke jaringan (misal sebagai Koordinator ZigBee ataukah hanya perangkat akhir)
- Melakukan inisiatif atau merespon permintaan
binding
- Memastikan koneksi yang aman diantara salah satu perangkat keamanan ZigBee seperti public
key, symmetric key, dan lain sebagainya.
b. Layer pendukung aplikasi (Application Support layer)
Bagian terendah dari layer aplikasi yang memberikan layanan:
- Pencarian (Discovery): berkemampuan mencari perangkat lain yang bekerja didalam wilayah operasi sebuah perangkat
- Binding: menyatukan 2 atau lebih perangkat berdasarkan layanan masing-masing dan kebutuhannya dan juga melanjutkan pesan diantara perangkat perangkat pembatas.
c. Layer jaringan (Network layer)
Secara dinamis melakukan fungsi-fungsi yang berhubungan dengan jaringan seperti :
- Secara dinamis mengatur, mengkonfigurasi jaringan serta self healing beast
- Pengamatan dari titik-titik terminal
- Melakukan fungsi routing dan keamanan.
d. MAC layer
Menerapkan pengalamatan berdasarkan 64- bit IEEE dan pengalamatan pendek 16-bit. MAC
mengkoordinasi transceiver untuk mengakses jalur radio bersama (shared radio link). Karakteristik jaringan:
- Kemampuan jaringan maksimum bisa mencapai 2 64 node
- Menggunakan pengalamatan lokal, jaringan sederhana hingga 65000 (264) node dapat dibentuk
Ada tiga kategori dari perangkat:
- Network coordinator
- Full Function Device (FFD)
- Reduced Function Device (RFD)
- Struktur Frame sederhana (Berorientasi pada Beacon)
- Berasosiasi/tidak berasosiasi
- Sekuriti AES-128
- CSMA-CA akses kanal (bukan Beacon)
- Struktur frame super tambahan dengan Beacon
- Mekanisme GTS (untuk prioritas tinggi)
e. Physical layer
Frekwensi kerja dan Data rate dari ZigBee di dunia di tunjukkan pada gambar 3 berikut:

Wi-Fi Super Cepat 802.11n

1. Pengertian IEEE 802.11n
IEEE 802.11n-2009 adalah sebuah perubahan standar jaringan nirkabel
802,11-2.007 IEEE untuk meningkatkan throughput lebih dari standar sebelumnya,
seperti 802.11b dan 802.11g, dengan peningkatan data rate maksimum dalam lapisan
fisik OSI (PHY) dari 54 Mbit/s ke maksimum 600 Mbit/s dengan menggunakan
empat ruang aliran di lebar saluran 40 MHz.
Sejak 2007, Wi-Fi Alliance telah memberikan sertifikat interoperabilitas
produk "draft-N" berdasarkan pada draft 2.0 dari spesifikasi IEEE 802.11n. Aliansi
telah meningkatkan perangkat ini dengan tes kompatibilitas untuk beberapa perangkat
tambahan yang diselesaikan setelah Draft 2.0 . Lebih jauh lagi, telah ditegaskan
bahwa semua produk bersertifikat draft-n tetap kompatibel dengan produk-produk
standar akhir.

2. Deskripsi IEEE 802.11n
IEEE 802.11n didasarkan pada standar 802,11 sebelumnya dengan
menambahkan multiple-input multiple-output (MIMO) dan 40 MHz ke lapisan
saluran fisik (PHY), dan frame agregasi ke MAC layer. MIMO adalah teknologi yang
menggunakan beberapa antena untuk menyelesaikan informasi lebih lanjut secara
koheren dari pada menggunakan satu antena. Dua manfaat penting MIMO adalah
menyediakan keragaman antenna dan spasial multiplexing untuk 802.11n.
Kemampuan lain teknologi MIMO adalah menyediakan Spatial Division
Multiplexing (SDM). SDM secara spasial multiplexes beberapa stream data
independen, ditransfer secara serentak dalam satu saluran spektral bandwidth. MIMO
SDM dapat meningkatkan throughput data seperti jumlah dari pemecahan stream data
spatial yang ditingkatkan. Setiap aliran spasial membutuhkan antena yang terpisah
baik pada pemancar dan penerima. Di samping itu, teknologi MIMO memerlukan
rantai frekuensi radio yang terpisah dan analog-ke-digital converter untuk masingmasing
antena MIMO yang merubah biaya pelaksanaan menjadi lebih tinggi
dibandingkan dengan sistem non-MIMO.
Saluran 40 MHz adalah fitur lain yang dimasukkan ke dalam 802.11n yang
menggandakan lebar saluran dari 20 MHz di 802.11 PHY sebelumnya untuk
mengirimkan data. Hal ini memungkinkan untuk penggandaan kecepatan data PHY
melebihi satu saluran 20 MHz. Hal ini dapat diaktifkan di 5 GHz mode, atau dalam
2,4 GHz jika ada pengetahuan yang tidak akan mengganggu beberapa 802.11 lainnya
atau sistem non-802.11 (seperti Bluetooth) menggunakan frekuensi yang sama.
Arsitektur coupling MIMO dengan saluran bandwidth yang lebih luas
menawarkan peningkatan fisik transfer rate melebihi 802.11a (5 GHz) dan 802.11g
(2,4 GHz).

3. Frekuensi dan modulasi yang digunakan
a. Perbandingan
Tabel 1. Perbandingan Standar Jaringan 802.11

Gambar 1. Representasi grafis dari kanal wi-fi pada band 2,4 GHz
b. Saluran dan kompabilitas Internasional
802,11 membagi masing-masing band yang dijelaskan di atas ke dalam
saluran, analoginya bagaimana saluran radio dan siaran TV sub-band dibagi tapi
dengan saluran yang lebih besar lebar dan tumpang tindih. Misalnya 2,4000-
2,4835 GHz dibagi menjadi 13 channel masing-masing dengan lebar 22 MHz
tetapi hanya berjarak 5 MHz terpisah, dengan channel 1 yang berpusat di 2,412
GHz dan 2,472 GHz 13 di mana Jepang menambah saluran 14 saluran 12 MHz di
atas 13.
Ketersediaan saluran diatur oleh negara, dibatasi sebagian bagaimana masingmasing
negara mengalokasikan spektrum radio ke berbagai layanan. Pada satu
ekstrem jepang mengizinkan penggunaan semua 14 channel (dengan pengecualian
802.11g / n dari saluran 14), sementara pada saat yang lain pada awalnya Spanyol
hanya memperbolehkan saluran 10 dan 11 dan Perancis mengizinkan hanya 10,
11, 12 dan 13 (sekarang kedua negara mengikuti model Eropa membiarkan
saluran 1 sampai 13. Sebagian besar negara-negara Eropa lainnya hampir sama
liberal seperti Jepang, hanya tidak menggunakan saluran 14, sementara Amerika
Utara dan beberapa Tengah dan negara-negara Amerika Selatan melarang lebih
lanjut 12 dan 13.
Selain spesifikasi frekuensi pusat setiap saluran, 802.11 juga menentukan
(dalam Klausul 17) sebuah spectral mask yang diizinkan menentukan distribusi
daya di setiap saluran. Topeng membutuhkan bahwa sinyal akan dilemahkan oleh
setidaknya 30 dB dari energi puncaknya pada ± 11 MHz dari frekuensi pusat,
artinya saluran adalah efektif pada lebar 22 MHz. Salah satu dampaknya adalah
stasiun yang hanya dapat menggunakan setiap empat atau lima saluran tanpa
tumpang tindih, biasanya 1, 6 dan 11 di Amerika, dan dalam teori, 1, 5, 9 dan 13
di Eropa meskipun 1, 6, dan 11 adalah khas di sana juga . Lainnya adalah bahwa
saluran secara efektif memerlukan 1-13 band 2,401-2,483 GHz, alokasi yang
sebenarnya, misalnya, 2,400-2,4835 GHz di Inggris, 2,402-2,4735 GHz di AS, dll
Karena hanya topeng spektral output daya mendefinisikan pembatasan sampai
dengan ± 22 MHz dari frekuensi pusat yang akan dilemahkan oleh 50 dB, sering
berasumsi bahwa energi dari saluran memanjang tidak lebih dari batas tersebut.
Hal ini lebih tepat dikatakan bahwa, dengan pemisahan antara saluran 1, 6, dan
11, sinyal pada saluran mana pun sebaiknya dilemahkan untuk meminimalkan
gangguan pemancar di saluran lainnya. Karena masalah dekat-jauh pemancar
penerima dapat berdampak pada "non-overlapping" kanal, tetapi hanya jika dekat
dengan korban penerima (dalam meter) atau operasi di atas level daya yang
diperbolehkan.
Meskipun pernyataan bahwa saluran 1, 6, dan 11 adalah "tidak tumpang
tindih" adalah terbatas pada jarak atau produk kerapatan, 1-6-11 pedoman yang
berjasa. Jika pemancar lebih dekat bersama-sama dari saluran 1, 6, dan 11
(misalnya, 1, 4, 7, dan 10), tumpang tindih antara saluran-saluran tidak dapat
diterima dapat menyebabkan degradasi kualitas sinyal dan throughput. Namun,
saluran yang tumpang tindih dapat digunakan dalam keadaan tertentu. Dengan
cara ini, lebih saluran yang tersedia.

4. Keamanan
Pada tahun 2001, sebuah kelompok dari Universitas California, Berkeley
mempresentasikan sebuah makalah yang menjelaskan kelemahan dalam mekanisme
keamanan 802,11 wired equivalent privacy (WEP) yang didefinisikan dalam standar
asli; mereka diikuti oleh Fluhrer, Mantin, dan Shamir 's makalah berjudul "Kelemahan
dalam Algoritma Penjadwalan Kunci dari RC4 ". Tidak lama setelah itu, Adam
Stubblefield dan AT & T mengumumkan verifikasi pertama dari serangan. Dalam
serangan mereka dapat mencegat transmisi dan mendapatkan akses tidak sah ke
jaringan nirkabel.
IEEE mendirikan kelompok tugas khusus untuk menciptakan solusi keamanan
pengganti, 802.11i (sebelumnya pekerjaan ini ditangani sebagai bagian dari upaya
802.11e yang lebih luas untuk meningkatkan MAC layer). Wi-Fi Alliance
mengumumkan spesifikasi sementara yang disebut Wi-Fi Protected Access (WPA)
didasarkan pada subset dari konsep IEEE 802.11i saat itu. Ini mulai muncul produk
pada pertengahan 2003. IEEE 802.11i (juga dikenal sebagai WPA2) itu sendiri telah
disahkan pada bulan Juni 2004, dan menggunakan kekuatan pemerintah di enkripsi
Advanced Encryption Standard AES, bukannya RC4, yang digunakan pada WEP.
enkripsi modern direkomendasikan untuk rumah / ruang konsumen WPA2 (AES Pre-
Shared Key) dan untuk ruang Enterprise WPA2 bersama dengan RADIUS server;
yang terkuat adalah EAP-TLS.
Pada Januari 2005, IEEE mendirikan kelompok tugas lain, TGw, untuk
melindungi manajemen dan siaran bingkai, yang sebelumnya dikirim tanpa kemanan.
5. Keuntungan
a. mampu mentransfer data seperti di ‘jalan tol wireless‘ sehingga menghemat waktu
dan lebih cepat.
b. terdapat kombinasi dua frekuensi wireless untuk performance yang lebih baik.
c. fitur memperkecil jumlah data yang dibutuhkan untuk transfer file untuk memberi
ruang lebih di jalur pengiriman file.
d. Wi-Fi 802.11n dapat mencapai kecepatan 600Mbps.
e. memberikan waktu lebih panjang untuk daya baterai karena chip 802.11n
menggunakan power yang lebih sedikit.

TOKEN RING Dan FDDI (dual ring)

Token Ring adalah sebuah cara akses jaringan berbasis teknologi ring yang pada awalnya dikembangkan dan diusulkan oleh Olaf Soderblum pada tahun 1969. Perusahaan IBM selanjutnya membeli hak cipta dari Token Ring dan memakai akses Token Ring dalam produk IBM pada tahun 1984. Elemen kunci dari desain Token Ring milik IBM ini adalah penggunaan konektor buatan IBM sendiri (proprietary), dengan menggunakan kabel twisted pair, dan memasang hub aktif yang berada di dalam sebuah jaringan komputer. Spesifikasi asli dari standar Token Ring adalah kemampuan pengiriman data dengan kecepatan 4 megabit per detik (4 Mbps), dan kemudian ditingkatkan empat kali lipat, menjadi 16 megabit per detik. Pada jaringan topologi ring ini, semua node yang terhubung harus beroperasi pada kecepatan yang sama. Implementasi yang umum terjadi adalah dengan menggunakan ring 4 megabit per detik sebagai penghubung antar node, sementara ring 16 megabit per detik digunakan untuk backbone jaringan.

Beberapa spesifikasi dan standar teknis Token Ring yang lain, seperti enkapsulasi Internet Protocol (IP) dan Address Resolution Protocol (ARP) dalam Token Ring dijelaskan dalam RFC 1042.

Dengan Token-Ring, peralatan network secara fisik terhubung dalam konfigurasi (topologi) ring di mana data dilewatkan dari devais/peralatan satu ke devais yang lain secara berurutan. Sebuah paket kontrol yang dikenal sebagai token akan berputar-putar dalam jaringan ring ini, dan dapat dipakai untuk pengiriman data. Devais yang ingin mentransmit data akan mengambil token, mengisinya dengan data yang akan dikirimkan dan kemudian token dikembalikan ke ring lagi. Devais penerima/tujuan akan mengambil token tersebut, lalu mengosongkan isinya dan akhirnya mengembalikan token ke pengirim lagi. Protokol semacam ini dapat mencegah terjadinya kolisi data (tumbukan antar pengiriman data) dan dapat menghasilkan performansi yang lebih baik, terutama pada penggunaan high-level bandwidth.

Ada tiga tipe pengembangan dari Token Ring dasar: Token Ring Full Duplex, switched Token Ring, dan 100VG-AnyLAN. Token Ring Full Duplex menggunakan bandwidth dua arah pada jaringan komputer. Switched Token Ring menggunakan switch yang mentransmisikan data di antara segmen LAN (tidak dalam devais LAN tunggal). Sementara, standar 100VG-AnyLAN dapat mendukung baik format Ethernet maupun Token Ring pada kecepatan 100 Mbps.

Sedangkan FDDI (Fiber Distributed-Data Interface) adalah standar komunikasi data menggunakan fiber optic pada LAN dengan panjang sampai 200 km. Protokol FDDI berbasis pada protokol Token Ring. FDDI terdiri dari dua Token Ring, yang satu ring-nya berfungsi sebagai ring backup jika seandainya ada ring dari dua ring tersebut yang putus atau mengalami kegagalan dalam bekerja. Sebuah ring FDDI memiliki kecepatan 100 Mbps.

IPV6

IPv6 adalah solusi satu-satunya krisis alokasi IPv4. IPv6 memiliki banyak kelebihan seperti kemanan, kemampuan konfigurasi dan routing otomatis serta jumlah pengalamatan yang mencapai 2^128, setara dengan setiap inci permukaan bumi. Jauh lebih banyak dari IPv4 yang hanya sejumlah 2^32 atau sekitar 4 Milyar. Akan tetapi, riset, pengembangan dan implementasi IPv6 sejauh ini masih sangat terbatas dan jauh lebih lambat dibandingkan percepatan konsumsi IPv6. Sehingga ada kekhawatiran IPv6 tidak akan siap menggantikan IPv4 pada saat krisis IP terjadi, yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tahun 2012.

Implementasi IPv6 pada keluarga Windows :
1. Windows 95/98/NT (Hitachi Toolnet6 dan Trumpet Winsock 5.0)
2. Windows 2000/NT4 (Microsoft Research IPv6 Protocol Stack)
3. Windows 2000 SP3 atau SP4 (Microsoft IPv6 Technology Preview)
4. Windows XP SP1 atau SP2 dan Windows 2003 Server (IPv6 Stack)
5. Windows Vista dan Longhorn (updated IPv6 stack)
Lebih jelasnya silakan tengok halaman http://www.microsoft.com/ipv6

Tulisan ini akan sedikit mengupas tentang konfigurasi IPv6 pada sistem operasi Windows yang dibuat berbasis Windows XP SP2. Untuk Windows versi yang lain menyusul dan diharapkan ada yang menyumbangkan tulisannya (terutama pada Windows Vista).

1. Instalasi
a. Command Prompt
Run Commannd > cmd

C:\Documents and Settings\rusiawan>ipv6 install
Installing…
Succeeded.

b. GUI via Network Connection
Control Panel > Network Connection > Local Area Connection > Install > Protocol Microsoft TCP/IP Version 6, OK
Lalu pada LAN Properties pastikan ada ceklist pada bagian Microsoft TCP/IP version 6


2. Konfigurasi
a. Konfigurasi alamat IPv6
Bisa dilakukan secara otomatis maupun manual.
Konfigurasi IPv6 secara otomatis didapatkan dari stateless autoconfiguration yang diterima dari router advertisement dan stateful autoconfiguration dari DHCPv6. Jika ada router IPv6 yang mengirimkan router advertisement sementara mesin Windows dengan IPv6 yang sudah terinstall di dalamnya tidak langsung mendapatkan IPv6 maka bisa diketikkan pada command prompt :

C:\Documents and Settings\rusiawan>ipv6 renew

Sedangkan konfigurasi manual bisa dilakukan dengan netsh (pada Windows XP) atau melalui GUI (pada Vista). Untuk penggunaan netsh ini bisa dilihat pada tulisan IPv6 dan Windows Bagian ke-2

b. Cek IPv6 pada Windows
Bisa dilakukan berbagai perintah dari Command Prompt :
- “ipconfig” atau “ipconfig /all” atau “ipv6 if”
Misal pada konfigurasi komputer saya hasil dari “ipv6 if” adalah sbb. :

Interface 7: Teredo Tunneling Pseudo-Interface
Guid {6CB843A6-2A72-41BD-9939-D6BE245CD7DB}
zones: link 7 site 4
cable unplugged
uses Neighbor Discovery
uses Router Discovery
routing preference 2
link-layer address: 0.0.0.0:0
preferred link-local fe80::5445:5245:444f, life infinite
multicast interface-local ff01::1, 1 refs, not reportable
multicast link-local ff02::1, 1 refs, not reportable
link MTU 1280 (true link MTU 1280)
current hop limit 128
reachable time 19500ms (base 30000ms)
retransmission interval 1000ms
DAD transmits 0
default site prefix length 48
Interface 6: Ethernet: Local Area Connection
Guid {0E88C316-A27B-4899-A5E1-7C9DB0E4A727}
uses Neighbor Discovery
uses Router Discovery
link-layer address: 00-08-02-94-d0-43
preferred global 2001:d30:3:242:fdae:16fe:9d48:a3f5, life 6d48m3s/45m16s (temporary)
preferred global 2001:d30:3:242:208:2ff:fe94:d043, life 29d23h55m43s/6d23h55m43s (public)
preferred link-local fe80::208:2ff:fe94:d043, life infinite
multicast interface-local ff01::1, 1 refs, not reportable
multicast link-local ff02::1, 1 refs, not reportable
multicast link-local ff02::1:ff94:d043, 2 refs, last reporter
multicast link-local ff02::1:ff48:a3f5, 1 refs, last reporter
link MTU 1500 (true link MTU 1500)
current hop limit 64
reachable time 23500ms (base 30000ms)
retransmission interval 1000ms
DAD transmits 1
default site prefix length 48
Interface 3: 6to4 Tunneling Pseudo-Interface
Guid {A995346E-9F3E-2EDB-47D1-9CC7BA01CD73}
does not use Neighbor Discovery
does not use Router Discovery
routing preference 1
link MTU 1280 (true link MTU 65515)
current hop limit 128
reachable time 15000ms (base 30000ms)
retransmission interval 1000ms
DAD transmits 0
default site prefix length 48
Interface 2: Automatic Tunneling Pseudo-Interface
Guid {48FCE3FC-EC30-E50E-F1A7-71172AEEE3AE}
does not use Neighbor Discovery
does not use Router Discovery
routing preference 1
EUI-64 embedded IPv4 address: 0.0.0.0
router link-layer address: 0.0.0.0
preferred link-local fe80::5efe:167.205.64.60, life infinite
link MTU 1280 (true link MTU 65515)
current hop limit 128
reachable time 36500ms (base 30000ms)
retransmission interval 1000ms
DAD transmits 0
default site prefix length 48
Interface 1: Loopback Pseudo-Interface
Guid {6BD113CC-5EC2-7638-B953-0B889DA72014}
zones: link 1 site 5
does not use Neighbor Discovery
does not use Router Discovery
link-layer address:
preferred link-local ::1, life infinite
preferred link-local fe80::1, life infinite
link MTU 1500 (true link MTU 4294967295)
current hop limit 128
reachable time 24500ms (base 30000ms)
retransmission interval 1000ms
DAD transmits 0
default site prefix length 48


Bisa dilihat ada 7 interface (2 diantaranya yaitu interface 4 dan 5 tidak tampak karena merupakan interface VMware pada kondisi disable) yaitu :
1. Interface 7 adalah Teredo Tunneling
2. Interface 6 adalah fisik (Ethernet)
3. Interface 3 adalah 6to4 Tunneling
4. Interface 2 adalah Automatic Tunneling dengan alamat embedded IPv4
5. Interface 1 adalah loopback

Masing-masing alamat IPv6 pada interface diatas untuk lebih ringkasnya akan ditunjukkan lewat contoh keluaran dari salah satu perintah netsh :

Interface 7 adalah Teredo Tunneling, mirip seperti 6to4 (lihat Dasar IPv6), hanya bedanya jika 6to4 membutuhkan alamat IPv4 publik maka Teredo bisa digunakan dalam lingkungan alamat IPv4 dengan NAT. Terlihat interface ini memiliki sebuah alamat link local.

Pada interface 6 (fisik) yang terhubung ke jaringan terlihat terdapat 3 alamat global dan 1 alamat link local. Untuk alamat global ada 2 alamat temporer dan 1 alamat publik. Alamat temporer ini dibangkitkan secara acak (interface identifier-nya) dengan tujuan keamanan, yaitu agar tidak mudah melacak pemilik IPv6 saat terkoneksi ke Internet. Seperti kita ketahui alamat IPv6 dengan address autoconfiguration (contohnya adalah alamat bertipe publik tadi) ini interface identifier-nya dibentuk dari alamat fisik Ethernet atau MAC Address (EUI-64) sehingga mudah melacak pemiliki suatu IPv6 (pada koneksi dial-up misalnya).

Pada interface 3 (6to4) kebetulan tidak terkonfigurasi alamat IPv6 dengan tipe ini. Alamat 6to4 ini digunakan untuk konektivitas ke jaringan IPv6 melalui gateway/proxy 6to4 yang memiliki alamat anycast 192.88.99.1. Jika ada maka alamat ini akan mempunyai prefix 2002::/16 dengan 32 bit akhir adalah interface identifier yang dibentuk dari konversi desimal ke heksa bit IPv4 dari host (untuk host) dan bit IPv4 192.88.99.1 untuk gateway (c058:6301). Dimana dengan alamat ini secara otomatis akan diarahkan ke gateway 6to4 terdekat (karena 192.88.99.1 disepakati sebagai alamat anycast). Jika jaringan di lingkungan kita belum mendukung IPv6 maka koneksi IPv6 bisa kita peroleh melalui mekanisme ini.

Berikut contoh alamat 6to4 pada komputer saya (karena saya punya router IPv6 yang mengirim router advertisement,agar saya tidak mendapat alamat autoconfiguration maka pada menu Services, Remote Registry saya stop. Sehingga komputer saya akan menggunakan alamat 6to4 untuk konektivitas ke jaringan IPv6 ) :

Bisa dilihat konektivitas IPv6 ke www.itb.ac.id melewati proxy 6to4 ::192.88.99.1 dahulu untuk menjangkau jaringan IPv6 di Internet.

Interface 2 adalah alamat Automatic Tunneling misalnya yang tercantum disini adalah alamat link local ISATAP (Intra-Site Automatic Tunnel Addressing Protocol) dengan format fe80::5efe:w:x:y:z, dimana w:x:y:z adalah alamat IPv4 dari host yang bersangkutan.

Selasa, 23 Februari 2010

CHARGING

Charging adalah pentarifan yang di kenakan biaya kepada pelanggan yang menggunakan jasa telekomunikasi baik jarak jauh maupun jarak dekat dengan berbagai tipe.

KRITERIA PENTARIFAN
1. Fixed-periode Charging Metode
Periode waktu tetap
-Call rate berubah-ubah terhadap jarak
-Spesifikasi metode waktu yang umum : Tiga menit pertama sebagai periode awal panggilan dan pertambahan satu menit berikutnya.

2. Periodic Pulse Metering Methode
-Call rate tetap
-Periode waktu berubah-ubah terhadap jarak
Meskipun kelas berdasarkan jarak terus meningkat, pembebanan dapat berdasarkan periode waktu “pulsa metering”

KOMPONEN TARIF

Komponen dasar
Beban penggunaan jaringan, yaitu dasar untuk menutup biaya pelayanan dan bergantung pada penggunaan sarana jaringan penyambungan


Komponen Khusus
-Beban untuk pemasangan dan penggunaan jaringan. Bergantung pada jenis dan fasilitas dan/atau daerah, meliputi :
-Biaya pemasangan awal, hanya dikenai satu kali
-Biaya langganan atau biaya sewa bulanan
-Biaya pemakaian fasilitas (fitur) dasar dan tambahan

KRITERIA PENTARIFAN
-Sambungan yang berhasil.
-Waktu pembicaraan (pagi, siang, malem, diskon)
-Jarak komunikasi (zone metering)
-Berdasarkan jarak (dan tingkat sentral) dimana setiap zoning ada perbedaan perhiutungan pulsa, misalnya :
Zone I > 30 - 200 (km) Rp. 950 / menit.
Zone II > 200 - 500 (km) Rp. 1320 / menit.
Zone III > 500 (km) Rp. 1650 / menit.
-Lama pembicaraan (duration call metering).

Jumat, 12 Februari 2010

Konfigurasi Jaringan VOIP

Ada 4 Macam Konfigurasi jaringan yaitu :

1. PC to PC
Konfigurasi PC to PC Konfigurasi menghubungkan antara terminal PC dengan PC lainnya menggunakan perangkat router. Proses encoding, kompresi, dan enkapsulasi terjadipada PC. Sedangkan router bertugas mengenali IP Address tujuan yang terdapat pada datagram dan merutekan sesuai dengan tujuan yang diinginkan.Aplikasi yang digunakan pada terminal PC menggunakan software softphone atau berupa aplikasi tertentu seperti Neetmeeting atau sejenisnya.

Layanan Pc to Pc

2.Phone to Pc / Pc to Phone
Konfigurasi Phone to PC atau sebaliknya Konfigurasi ini menghubungkan antara terminal PC dengan terminal telepon atau sebaliknya dengan menggunakan suatu gateway untuk proses konversi suara menjadi data dan sebaliknya. Konfigurasi ini dapat menghubungkan antara terminal user dengan basis PSTN dengan terminal user yang berada di jaringan IP.

Layanan phone to pc / pc to phone

3.Phone to Phone
Konfigurasi phone to phone Konfigurasi ini menghubungkan antara telepon dengan telepon dengan melewati jaringan IP dengan menggunakan perangkat VoIP Gateway yang berfungsi untuk melakukan konversi voice menjadi data dengan proses paketisasi dan sebaliknya
Layanan Phone to Phone

Regulasi Pemerintah tentang Voip

Tugas kuliah Jaringan Telekomunikasi
Dosen : Muhammad Iqbal

Numbering VOIP

Regulasi pemerintah tentang teknis alat dan perangkat telekomunikasi untuk internet telepon untuk keperluan publik.

1. Definisi
Internet telepon adalah teknologi untuk menyalurkan panggilan telepon (telephone call) dengan menggunakan internet protokol.

2. Konfigurasi


3. Singkatan
Bit : Binary digital
db : Desible
DTMF : Dual Tone Multiple Frequency
FXO : Foreign eXcchage Office
Hz : Herz
IAX : Inter-Asterisk eXchage protokol
IETF : internet enginering Task Force
IEEE : TheInstitute of Electrical and Electronic Enginners
IP : internet protokol
ITU : International Telecomunication Union
kbps : kilo bit per second
LAN : Local Area Network Control Protocol
MCID : Malicious Call Identification
MFC : Multi Frequency Code
PC : Personal Computer
PTSN : public Switch Telephone Network
RTP : Real time Transport Protocol
RTCP : Realtime Control Protocol
R2MCF : R2 Multi frequency complled
SIP : Session Initiation Protocol
SS7 : Signal System No. 7
TCP : Transmision Control Protocol
UDP : User Datagram Protocol
Vac : Volt alternate Protocol
Vad : voice Activity Detection
Voip : Voce Over Internet Protocol
Wifi : Wirelesss Fidelity
Wimax : WorldWide Interoperability for Microwave Acces
MGCP : Media Gateway

4. Istilah
a. Autentication : Suatu proses pembuktian keabsahan suatu identitas
b. Authorization : suatu proses pemberian Izin berdasarkan keabsahan identitas untuk dapat mengakses atau menggunakan layanan atau untuk mengakses informasi
c. Backward Call Clearing : Sinyal yang dikirim kearah p\emanggil sebagai tanda bahwa pelanggan yang dipanggil telah meletakkagn ganggan teleponnya.
d. Bit Error Rafe (BER) : Perbandingan banyaknya bit yang salah pada sisi penerima dibandingkan jumlah digit yang di terima pada selang waktu tertentu.
e. Bit rate : Banyaknya bit tiap detik
f. dBm : level daya dengen referensi 1 mW
g. dBmO : level daya absolut yang di ukur pada titik referensi transmisi 0 dBr.
h. Ethernet : Spesifikasi Sistem LAN menggunakan frekuensi base band yang sesuai standar IEEE 802.3
i. E.168 number : Sistem penomoran telepon internasional didefinisikan dalam Rekomendasi
ITU-T E.164 yang tersusun dan variable digit desimal yang diatur dalam
kode khusus sebagai berikut :
Country Code + National Destination Number + Subscnber Number.
j. Forward Call Clearing :Sinyal yang dikirim ke arah penerima sebagai tanda akhir dari suatu
pembicaraan. Sambungan harus segera dibubarkan dan perhitungan waktu
pembicaraan dihentikan.,
k. Gateway : Sebuah entity H.323 yang menyediakan antarmuka komunikasi secara real-
time dua arah antara terminal H.323 pada jaringan lP dan terminal-terminal
telepon PSTN serta terminal-terminal pada jaringan lain.
l. Gatekeeper : Sebuah entity H.323 pada jaringan yang menyediakan translasi alamat dan
mengontrol akses atau panggilan ke jaringan untuk terminal H.323 dan
gateway.
m.H.323 entity : Komponen H.323 antara lain meliputi terminal-terminal H.323, gateway dan
gatekeeper.
n. Jitter : Perubahan sesaat yang tidak kumulatif dan suatu significant instant sinyal
digital terhadap posisi idealnya.
o.Malicious Call ldentification (MCID) : Suatu layanan tambahan yang ditawarkan kepada pelanggan yang dikenal
panggilan untuk memuqgkinkan permintaan agar pemanggil teridentifikasi
dan tercatat dalam jaringan.
p. wifi : Sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel
(Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi
IEEE 802.11.
q. Wimax : Sebuah tanda sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok dan
sesuai dengan standar IEEE 802.16. W|MAX merupakan teknologi nirkabel
yang menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak jauh.

5.Persyaratan Teknis
1. Persyaratan Operasi
a. Catu Daya.
Perangkat mampu bekerja dengan catuan .
1) Tegangan arus searah : - 42 sld -56 Vdc (positif ground)
dan/atau
2) Tegangan arus bolak-balik : nominal 100 - 240 Vacl5} Hz.

b. Temperatur dan Kelembaban.
Perangkat harus dapat bekerja dengan baik pada kondisi sebagai berikut :
1) Suhu ruang : 10"C 2) Kelembaban relatif : 40o/o
c. Sistem Keamanan.
Dilengkapi dengan :
1) Pengamanan terhadap tegangan dan arus berlebih (overload
protection). Ada indikator untuk memberikan informasi status
perangkat atau jaringan;
2) Total Auidible Noise Level (dBA) yang dikeluarkan oleh perangkat <75 dBA pada jarak 1 m dengan ketinggian 1,5m

d. Antarmuka ke PSTN.
Gateway dapat dihubungkan dengan jaringan PSTN minimum melalui satu
antarmuka antara lain E1 (Rek. ITU-T G.703), FXO.

e. Antarmuka ke Jaringan lP (lP Network).
Perangkat dapat dihubungkan dengan jaringan lP melalui antarmuka antara
lain Ethernef (minimal 10 mbps) dan atau Wifi IEEE 802.11blgln, dan atau
Wimax IEEE 802.16 d/e.

f. Sistem Pensinyalan.
Gateway dapat mentranslasikan sistem pensinyalan antara lain H.323, SlP,
MGCP, lAX, R2MFC atau SS7.

g. Karakteristik Speech Codec.
Karakteristik-karakteristik speech codec sesuai dengan ITU Rec. antara
lain : G.71 1, G.729,G.723, G]2G.

h. Gateway Voice Processing Delay Time.
Gateway Voice Processing Delay Time maksimal pada gateway menurut
sistem encoder ldecoder (0 -150 ms).

i. Pengalamatan lP pada Gateway.
Perangkat gateway harus mampu mendukung sistem pengalamatan lP (/P
address) minimal versi 4.

2. Persyaratan Elektris
Port antarmuka E1 sesuai dengan Rekomendasi ITU-T G.703.

3. Persyaratan Fungsi
a. Media ChannelAddress'Resolution Function.
1) Gateway mendukung sistem pengalamatan lP untuk komunikasi dalam
jaringan lP.
2) Gateway mendukung sistem penomoran PSTN untuk mendukung
panggilan berbasis sirkit (sesuai Rekomendasi. ITU-T E.164).
b. Stream Conditioning Function.
Gateway mampu mentransfer media stream antara domain lP dengan
domain PSTN termasuk transcoding dan echo cancellation.
c. Media RTP / RTCP Function.
Gateway mampu mengirim dan menerima sinyal informasi suara melalui
kanal RTP dan mampu melakukan fungsi kontrol kanal RTP tersebut
menggunakan pesan RTCP (minimal sesuai IETF RFC).
d. Authentication Function.
Gatekeeper mampu mengenali identifikasi pengguna, perangkat atau entity
jaringan.
e. Gateway Media Stream Admission Control Function.
Mampu melakukan kontrol admission media streaming.

4. Persyaratan Interoperability
a. Umum
1) Gateway harus mendukung DTMF encode dan decode. Gatekeeper
harus mendukung multi vendor gatekeeper interoperability.
2) Gateway support protocol Fax (rek.ITU T.38), UDP/IP, TCP/IP.
b. Seryice lnteroperabillity
1) Basic Seryices
a) Harus mampu melakukan setup panggilan dari client yang
terhubung pada jaringan lP ke terminal PSTN.
b) Harus mampu melakukan setup panggilan dari terminal PSTN ke
client yang terhubung pada jaringan lP.
c) Harus mampu melakukan backward call clearing dan forward call
clearing.
d) Harus memungkinkan gateway atau gatekeeper untuk
membebaskan (c/ean) suatu panggilan.
e) Harus mampu mengirimkan informasi kondisi-kondisi panggilan
antara lain busy tone, alerting tone, congestion tone dan
sebagainya.
2) Addressing/Routing
a) Untuk aplikasi yang melibatkan jaringan publik harus
memungkinkan suatu inisiator panggilan dalam jaringan lP
menggunakan sebuah nomor E.164 untuk mengidentifikasi dan
memanggil pelanggan PSTN.
b) User-user yang dihubungkan ke jaringan lP harus mampu
menggunakan sebuah terminal yang mempunyai alamat lP
secara statik.
c) Untuk aplikasi yang melibatkan jaringan publik harus
memungkinkan suatu inisiator panggilan dalam PSTN
menggunakan sebuah nomor E.164 untuk mengidentifikasi dan
memanggil pelanggan lP.
3) Security
Gatekeeper menggunakan mekanisme keamanan yang ditentukan
pada rekomendasi ITU-T H-235 atau yang setara :
a) Authentication
'fungsi
Mendukung autentikasi yang mampu mengenali
pengidentifikasian pengguna, perangkat atau entityjaringan.
b) Authorization
Mendukung fungsi autorisasipada pengguna untuk
menggunakan suatu fasilitas.
c) Non-Repudiation
Mendukung sistem non-repudiation yang berfungsi sebagai
keamanan yang dapat menyediakan pembuktian bahwa
seseorang telah melakukan pengiriman informasi atau layanan
sebagai alat pencegah kepada orang tersebut untuk menyangkal
informasi yang telah dikirimkan.
d) privacy
-mempunyai mekanisme untuk memastikan bahwa
penyadapan pada link lP atau pada link multiple lP tidak
mengakibatkan intersepsi pada pembicaraan
-Mempunyai mekanisme untuk memastikan bahwa
penyadapan pada link lP atau pada link multiple lp tidak
mengakibatkan determinasi identitas dan atau nomor telepon
salah satu dari kedua belah pihak yang terlibat dalam suatu
pembicaraan
-Dapat mendukung algoritma encryption.
e) lntegrity
Harus mempunyai mekanisme untuk meyakinkan integritas
informasi pensinyalan dan informasi media sehingga informasi
yang diterima secara tepat.
5.Persyaratan Servic e Capability
Perangkat dapat memberikan layanan sebagai berikut :
a. Komunikasi phone to phone (VolP, PSTN, Fixed Wireless Terminal dan Seluler);
b. Komunikasi PC to phone;
c. Komunikasi phone to PC;
d. Komunikasi fax to fax:

6. Persyaratan Features
Perangkat dapat mempunyai feature-feature sebagai berikut :
a. Dynamic routing;
b. Silence suppression I Voice Activity Detection(VAD);
c. G.165/G.168 compliant echo cancellation;
d. Jitter buffer.
e. DTMF detection and generation;
f . Realtime G3 (rec. ITU T.38) fax;
g. Auto Detection suara atau fax;
h. Kompresi header RTP.



Selasa, 09 Februari 2010

surabaya

ini adalah kenang kenangan bersamama tman,,, its surabaya



Libuuran 16 jan - 3 feb 2010

Bandung
 
foto ini di ambil pada saaaat melakukan pembelian tiket ... harga ticketnya,,, saya lupa berapa,, yang jelas berangkatnya 1  minggu kemudian...